Beautiful.

large

Title : Beautiful

Author : adhyra10

Cast :

– Kim Jongin (EXO)

– Sean Lee (OC)

– You can find it by yourself

Genre : Romance, Life

Rating : PG-17

Length : Oneshoot

DISCLAIMER : I do not own the cast! Semua nya milik Tuhan. Ide cerita ini pun milik-Nya yang disalurin ke aku! Jadi tolonglah menghargai pemilik ceritanya. Maaf kalau ada kesamaan tokoh, penokohan, latar, dan jalan cerita 🙂

You can’t imagine how it feels to be me. Until you try.

~*~

Flush.

Roses are red, violets are blue. Why it have to be me?”  Ucap seorang wanita dengan busana hitam malam. Ia meletakkan kepala dengan rambut panjang berwarna hitam legam miliknya di atas toilet. Makanan yang baru saja Ia makan telah terbawa air beberapa detik lalu. Perut nya terasa perih, seperti bak kamar mandi apartement nya yang sejak pagi ini belum diisi. Heels 10 centimeter milik nya diletakkan di ujung kamar mandi mall outdoor  yang terletak tidak jauh dari pusat kota negeri paman sam tersebut. Sampai sebuah ketukan terdengar dari pintu kamar mandi tempat nya berdiam diri sekarang.

“Hi Sean, are you okay?”

“Yea, tunggu sebentar,  Lea. Perut ku sedikit sakit. Sepertinya akibat tidak sarapan pagi ini dan langsung makan banyak tadi.”

“Baiklah. Kalau ada apa-apa beritahu aku, Sean. Tuan ingin sempurna sudah menunggu di luar sejak 15 menit yang lalu. Dia tidak berhenti berbicara sejak Ia menginjakkan kaki nya di tempat photo shoot kita berlangsung. Kau tahu kan hanya kau yang bisa meredam ocehan menyebalkan nya tersebut?”

Sean, wanita yang masih berjongkok di dalam bilik kamar mandi tersenyum kecil.

“Aku tahu, Lea. Bisa kah kau berhenti mengganggu aktifitas ku, Lea?”

“Ah ya! Aku lupa kau sedang sibuk di dalam. 5 menit, Sean! Atau aku tidak segan-segan menyumpal mulut kekasih tersayang mu itu dengan kaos kaki ku kemarin.”

Sean hanya terkekeh mendengar curhatan Lea, teman seperjuangan nya dalam dunia modelling. Hingga terdengar suara pintu tertutup beberapa saat kemudian. Bersamaan dengan itu, Sean kembali menutup wajahnya dengan kedua tangan miliknya. Perut nya memang benar-benar bermasalah. Mungkin wajah tirus nya sudah pucat saat ini. Kadang Ia menyesali keputusan nya untuk mengeluarkan makanan miliknya kembali setelah makan besar.

Hobi makan nya. Status nya sebagai seorang model.

Dua hal yang harus ia pertimbangkan secara matang. Walaupun Ia tahu kebiasaan yang Ia lakukan adalah hal yang buruk. Rasa nya Ia ingin mati saja.  Namun, mati bukan jalan terbaik untuk nya. Ibu yang sakit-sakitan, seorang kakak perempuan yang hanya bisa meminta uang milik nya dan Ibu. Sedangkan Ayah sudah meninggalkan Ia dan keluarga nya sejak usia 12 tahun. Ibu nya saat itu hanya memiliki simpanan uang yang sedikit dan Ayah meninggalkan mereka dengan surat wasiat yang mencengangkan. Ayah memberikan tiga perempat harta nya untuk sekolah tuna netra yang pernah Ia bawahi. Sisa nya untuk membayar tagihan rumah sakit Ayah nya yang mengidap paru-paru basah.

Zee, kakak semata wayang nya depresi berat setelah Ayah kebanggaan harus hilang dari kehidupan mereka. Sean sedih, tentu saja sedih. Tapi dengan kondisi Ibu yang mulai memburuk beberapa waktu setelah Ayah meninggal, Sean hanyalah satu-satu nya harapan keluarga kecil tersebut.

Sebuah agensi menawarkan harga yang menarik untuk nya jika Sean setuju untuk kontrak sebagai seorang model. Tentu Ia sempat berfikir untuk menolak, karena menjadi model sama saja dengan menjual tubuh, setidaknya itu yang Ia dengar dari cerita teman-teman milik Ibu nya saat sedang mengadakan arisan di rumah. Setalah perang batin antara harga diri dan kebutuhan. Akhirnya, Sean memilih untuk menandatangani surat kontrak selama 10 tahun dengan agensi tersebut di usia nya yang masih terbilang muda, 14 tahun.

Kini, usia nya telah menginjak kepala dua. Tepatnya 22 tahun dan kontraknya masih berlangsung hingga 2 tahun lagi. Poor you, Sean.

~*~

“Hei, nona cerewet. Dimana kekasih ku, huh? Ini sudah 5 menit dari waktu yang kau janji kan.”  Laki-laki bertubuh tinggi tersebut menekuk wajah nya hingga berlipat-lipat. Ia meletakkan bokong nya di tangga sebelah kamar mandi wanita. Sedangkan Lea masih saja berupaya sedemikian mungkin untuk menahan emosi nya yang labil. Kalau saja laki-laki dihadapannya ini bukan anak bos di agensi tempat nya bekerja. Lea dengan senang hati akan menusuk Kai dengan heels hitam 10 centimeter yang mirip dengan milik Sean dengan warna berbeda, Sean berwarna marun. Heels nya lebih runcing dari jarum pentul milik nenek nya dirumah. Jadi, Kai harus berhati-hati dengan temper Lea yang tidak dapat di deteksi.

“Kai, kau tau aku masih dapat menahan diri untuk saat ini jika kau mau berhenti berbicara. Telinga ku sudah panas mendengar ocehan tidak berkelas mu. Kalau kau sangat rindu dengan kekasih mu itu, kau bisa mencari tahu nya sendiri di dalam kamar mandi!” Setidaknya Lea masih dapat membalas Kai dengan kalimat, hingga Ia tidak perlu bersusah payah menghabiskan tenaga.

“Ah! Ide bagus, Lea. Terimakasih telah menjadi inspirasi ku saat ini!” Kai segera bangkit dari duduk nya dan berjalan menuju pintu kamar mandi. Kai, gila.

“Ya! Ya! Kau laki-laki mesum! Ya!”

Sebelum Lea sempat memukul kepala kai dengan tas genggam milik nya. Pintu kamar mandi telah terbuka, menampakan wajah pucat milik Sean yang penuh dengan make-up. Sean melemparkan senyum lemah kepada Kai. Kai tahu Sean tidak baik-baik saja saat ini.

Sean, you are completely not okay.” Kai menangkup wajah milik Sean dengan ke dua tangan besar milik nya. “Aku akan memberi tahu Ayah dan para crew untuk menunda sesi pemotre—“

Sean merengkuh lengan Kai dengan tangan nya, “Kai, I’m okay.”

You are not, Dear. Please, listen to me. Jangan membantah atau aku akan mengatakan kepada Ayah untuk memutuskan kontrak dengan mu.”

Sean paling membenci cara Kai yang seperti ini. Membawa hubungan nya, Kai, dan Ayah Kai. Raut kesal tampak jelas di wajah percampuran Korea-Canada milik Sean.  Belum sempat Sean mengatakan sesuatu, Kai sudah memotongnya.

“Sean, Aku khawatir dengan mu. Sekali lagi tolong dengarkan aku.”

Tiba-tiba tubuh Sean melemah dan seketika pandangan nya menjadi gelap.

~*~

Anorexia nervosa is an eating disorder that makes people lose more weight than is considered healthy for their age and height. 

“Ibu, aku minta maaf.”

Sean menyandarkan diri nya di kasur kamar sebuah rumah sakit, tak jauh dari tempat pemotretan kemarin sore. Ibu nya yang baru datang dengan keadaan shock, berlari dan memeluk putri bungsu nya saat pintu kamar terbuka. Ibu nya sudah menduga hal ini dari awal. Sejak satu tahun yang lalu, Sean selalu pergi ke kamar mandi setelah makan siang atau malam. Kadang Ia juga melewatkan jadwal makan nya.

“Ibu yang seharusnya mohon maaf kepada mu, sayang. Karena Ibu tak bisa menghidupi kau dengan Zee. Ayah pasti kecewa dengan Ibu di atas sana.” Ibu terisak saat mengucapkan kalimat tersebut. Sean hanya menatap sendu wajah tua milik Ibu kesayangan nya. “Ibu, don’t be too worry about me. Kau seharusnya memikirkan kesehatan mu terlebih dahulu.”

“Aku seorang Ibu, Sean. Suatu saat kau pasti merasakan nya. Kau harus makan yang banyak  dan sehat agar bisa segera menikah dengan Kai dan memberikan cucu kepada Ibu.” Entah apa yang ada di pikiran Ibu nya sehingga kalimat tersebut keluar dari celah bibir nya. Bahkan tanpa Ia sadari Kai masih hadir di ruangan tersebut. Pipi tirus nya perlahan memerah, tidak seperti malam sebelum nya.

“Ibu mertua memang paling hebat! Kau baru saja memilih laki-laki yang tepat untuk anak nya.” Kai terkekeh dan muncul tingkat percaya diri yang jika diukur dengan penggaris kayu milik nya di rumah tidak akan sampai, terlalu tinggi!

Sean hanya mendengus pelan akibat kesal. Walaupun, terbesit rasa hangat yang menjalar di hati nya. Ibu nya hanya tersenyum mendengar pernyataan kekasih anak nya tersebut. Setelah itu Ia melirik ke arah jam dinding yang terletak di atas pintu masuk kamar rawat inap Sean. “Sayang, Ibu  harus terapi sekitar 15 menit lagi. Kau harus menjaga dirimu dan ingat lagi untuk bersyukur dengan segala hal yang telah Tuhan berikan kepadamu, Sean.”

“Akan aku ingat baik-baik, Bu. Sekali lagi aku mohon maaf karena telah mengecewakan Ibu dengan sikap kekanakan seperti ini.” Sean mempererat pelukan Ibu nya sesaat, kemudian melepaskan rengkuhan hangat tersebut. “10 menit lagi, Bu. Kau harus cepat-cepat ke ruang terapi. Eum— Kai, bisa temani Ibu ku? Biasanya aku yang menemani, tubuhku sangat lemah saat ini. Jadi—“

“Ya! Tanpa kau suruh aku juga niat ingin mengantarkan Ibu mu sejak tadi.” Kai segera bangkit dari duduk nya menuju Ibu yang suatu saat akan menjadi mertua  nya.

“Terimakasih banyak, Sayang.” Sean melemparkan senyum termanis nya kepada Kai. Kai hanya berdecak sebal.

“Aku akan segera kembali setelahnya.”

Setelah itu, sosok Kai dengan Ibu nya menghilang dari daun pintu.

~*~

Keep your head up high, Beautiful.

“Jadi boleh jelaskan kepada ku apa yang membuat dirimu seperti ini?” Kai menatap intens kedua manik mata milik Sean. “Kau bodoh, jika kau belum mengetahui nya.”

“Aku mengakui nya, Kai. Jangan katakan aku bodoh lagi. Kalau aku bodoh maka kau lebih bodoh lagi karena mau bersama dengan ku.” Sean memberikan tatapan jahil kepada Kai saat mengatakannya. Kai hanya mendengus sebal, walaupun dia mengakui dirinya mungkin lebih bodoh karena jatuh pada pesona Sean terlalu dalam—ralat, bukan dirinya yang bodoh tapi sikap nya yang menjadi bodoh.

“Boleh katakan sekarang apa alasan mu?”

Sean memainkan tangan nya di dalam genggaman Kai dengan gelisah. Takut Kai marah dengan alasan yang akan di lontarkan nya. Kepala nya tertunduk dalam hingga dagu nya menyentuh dada.

“A..aku hanya tidak percaya diri.”

Kai lantas bingung dengan jawaban Sean. Tidak percaya diri? Ia bahkan lebih dari sempurna di mata Kai selama ini. Kai angkat bicara atas kebingungan nya, “untuk apa, Sean? Bagaimana bisa kau tidak percaya diri sedangkan kau adalah seorang model nomor 1 di dunia.

Kai betul. Sean cantik, badan proposional, sikap yang mulia, dan memiliki segala nya. Kai betul sekali lagi. Lalu apa yang membuat Sean tidak percaya atas dirinya sendiri?

“Kau.”

“Apa?”

“Kau tampan, pasti kau akan menjadi idola semua perempuan di dalam negri bahkan di luar jika kau menjadi seorang artis. Kau sempurna, Kai. Aku tidak percaya diri. Aku juga seorang model. Seorang model harus menjaga tubuh nya sedemikian rupa.”

Kai tersenyum. Ia meletakkan telunjuk nya di dagu milik Sean, perlahan mengangkatnya.

“Angkat kepala mu, Sean. Tatap mata ku.” Sean akhirnya mengangkat kepala nya sampai mata nya bertubrukan dengan milik Kai. “Tak ada yang sempurna di dunia ini, hanya Tuhan yang sempurna. Menjadi model jika terlalu kurus juga tidak mengesankan untuk ku. Kau tidak perlu memforsir dirimu, agensi milik ayah ku juga tidak pernah mengekang para artis nya untuk menjadi sempurna.”

Dengan perlahan Kai mengecup kening Sean lama.

You’re beautiful, Sean. Just try to love yourself more.”

~*~

Beauty is when you can appreciate yourself. When you love yourself, that’s when you’re most beautiful.

-Zoe Kravitz

A/N :

HOLAAA, akhirnya punya kesempatan bikin ff lagi huhu kangen sekali sama kegiatan satu ini. Beberapa bulan terakhir aku harus belajar buat un dan ngejar perguruan tinggi. Kali ini aku comeback setelah hampir setahun gak menyentuh tulis menulis dan membawakan ff dengan cast utama Kim Jongin aka Kai EXO!!! Yeay ini ff ke dua ku dengan cast Kai oppa dan rencana nya untuk beberapa ff ke depan juga masih di peran kan oleh Kai oppa. Entah, lagi suka banget sama Kai kkk.

Btw, udah H- berapa ya Idul Fitri? Yeaaaaaaa Alhamdulillah!! Minal Aidin Wal Faidzin Mohon maaf lahir dan batin semuanya 😀

Jangan lupa untuk RCL selagi punya tangan dan mata, thank you for reading! 😀

Advertisements

2 thoughts on “Beautiful.

  1. asri amalia says:

    bagus dhyr ceritanya! buat lagiii ff nyaa!! tapi ada beberapa kalimat yang belum pas!! tingkatkan!!! semangaatt

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s