February Love (twoshoot) part 2

Main Cast :

– Min Hyunra (imagination cast)

– Choi Siwon

Support Cast :

– Park Taeya (imagination cast)

– Super Junior Member

Genre : Romance, Comedy(?), Friendship

Disclaimer :

Tokoh yang ada disini adalah diri mereka sendiri. Ini MURNI DARI PEMIKIRANKU SENDIRI TANPA COPYCAT. Dan ini hanya fiksi belaka, hanya mimpi-mimpi yang kuharap tercapai wekeke^^v

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~*~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Yeoja di dalam lift masih terdiam sambil  menekan tombol agar pintu lift tidak tertutup, dan melihat seseorang di kerumunan itu.

Mata mereka bertemu.

***

Siwon’s POV

Betulkah itu dia?! Apakah dia melihat ku disini? Siwonnn bangun lah! Dia ada disana! Tapi kenapa tubuhku tidak bisa bergerak saat melihatnya… Ya!!! Aku malah tersenyum saja melihatnya… Dia akhirnya berjalan walaupun ku lihat jalannya sedikit tertunduk…

“Oppa?” Tanya salah satu fans yang masih menunggu tanda tangan yang dia minta. Aku segera memberikan tanda tanganku. Fans ini yang terakhir dan aku bisa menghampirinya. “Siwon oppaaaa!!!” Tiba-tiba fans terakhir ini memelukku. Setelah dia melepaskan pelukan ku dia meminta tanda tangan ku. Dan terakhir dia meminta foto dengan ku…….. Ah jebball!!

“Hyun?” Fans satu ini mencari-cari seseorang yang ku kira temannya. Jadi 2 fans lagi?!  Fan terakhir di depan ku ini tiba-tiba berlari kecil ke belakang. Menarik yeoja yang dari tadi menyita pandanganku lalu mendekatiku… Jadi dia temannya eh? “Oppa! Dia ini fans mu nomor satu! Kau tahu tidak? Demi melihatmu dia rela menunggu 30 menit di depan tv sebelum aca…” Tiba-tiba yeoja(hyunra) itu menginjak kaki temannya.

“Ya!! Apa-apaan kau…….. Hentikan ocehanmu itu…….” Kata yeoja itu, kulihat muka nya memerah… Dia malu? Berarti dia benar fans ku?

“Jeongmal?” Tanyaku tersenyum ke arah nya. Ku lihat dia semakin menundukkan kepalanya… Pipinya semakin memerah. Aigoooo, lucu sekali dia ini…

“Ne oppa!” Jawab temannya itu. “Hyunraaa! Ambilkan fotoku dulu.” Jadi namanya Hyunra? Temannya itu mengambil posisi disampingku. Lalu Hyunra mengambilkan fotoku bersama temannya.

“Nah! Sekarang giliranmu Hyun.. Ppali!” Hyunra langsung berdiri disebelahku, namun dia menjaga jarak agak jauh dari ku. “Yaaaaa~ itu terlalu jauh Hyun, merapat sedikitttt” Hyunra sedikit mendekat padaku. Tetap saja ini jauh untuk berfoto. Karena tak sabaran aku langsung menarik tangannya mendekat dan merangkul bahunya. Dia setengah bergidik, namun dia tidak melakukan perlawanan sedikit pun. Temannya itu lalu tersenyum dan mengambil foto kami berdua…

Yaaa~ yeoja itu sekarang ada di rengkuhan ku. “Annyeong, kita bertemu lagi.” Bisikku pelan tepat ditelinganya…

***

Hyunra’s POV 

“Annyeong, kita bertemu lagi……”

Apakah aku bermimpi?? Dia membisikkan itu ditelingaku. Dia ingat padaku? Bukankah ini pertanda bagus? Aku seakan melayang saat dia membisikkan kalimat itu. “Ya!! Sudah dong jangan lama-lama rangkul-rangkulannya” kata Taeya sambil senyum-senyum melihat ku.

Pasti pipiku sudah memerah sedari tadi. Aku bahkan tidak bisa mengeluarkan sepatah kata  pun. Siwon melepaskan tangannya, aku sedikit membungkuk dan mengucapkan rasa terimakasih, “kamsahamnida oppa!”.

“Ne…” Siwon pun hanya mengucapkan itu. Hanya itu?? Aku sadar perlakuannya itu tidak lebih sekedar fans dan bias nya… Aku langsung menarik lengan Taeya buru-buru. Taeya memberikan senyuman terimakasih dan mengikuti ku keluar dari gedung apartement itu. Jantungku masih berdebar sangat kencang.

“Tae………… Apa kau liat tadi?” Kataku masih tergagap-gagap……..

“Aku tidak buta. Tadi dia membisikkan apa Hyun?” Tanya sahabatku penasaran. Aku hanya menggeleng pelan. “Ku rasa dia menyukaimu~ Waaaa keren-keren!” Aku jitak kepala Taeya yang sedang berimajinasi itu.

“Kau ini kebiasaan! Suka menjitak kepala orang seenaknya! Sakit tauuuu!” Kata Teaya sambil terus memegangi kepalanya. Aku hanya terkekeh melihat sahabatku itu.

Saat melihat restoran Jepang yang tidak jauh dari tempat kita tinggal kita langsung memasuki nya. Kami duduk di tempat yang tidak jauh dari jendela.. Aku masih tidak bisa menyingkirkan bayangan tadi dari kepalaku. Seharusnya tadi dia menanyakan nomornya… Ah bodohbodohbodoh!, umpatnya dalam hati.

Seorang pelayan  sudah berdiri disebelah meja ku dan menanyakan pesanan kami berdua. Aku memesan satu mangkuk mie ramen dengan ocha dingin. Sambil menunggu pesanan aku dan Taeya bercakap-cakap.

“Benarkah dia terlihat menyukaiku Taeya?” Tanyaku pelan kepada yeoja di depan ku ini. Dia hanya mengangguk mengiyakan. Aku termenung lagi, apakah dia harus menceritakan kejadian 3 bulan lalu? Ya…mungkin sekarang…

“Taeya…kau satu-satunya teman yang ku percaya…” Akhirnya aku menceritakan semua kejadian itu. Taeya kaget setelah mendengarkannya.

“Kau ini pabo atau pabo sih!!! Berarti selangkah lagi kau bisa menjadi yeojachingu seorang Siwon…” Dia kesal sendiri. Benarkah? ah, benar kata Taeya, ada kesempatan seharusnya. Tak ku sangka sebutir air membasahi dasar pipiku. Aku menangis… Teman di depanku langsung memelukku saat itu juga, “Sudah-sudah, kalau kau berjodoh dengannya pasti kau akan bertemu lagi.” Kata Taeya menenangkanku. Aku menyunggingkan seulas senyuman dibibirku. Benar juga. Kalau aku berjodoh pasti aku akan bertemu dengannya.

Setelah beberapa menit menunggu akhirnya makanan kami datang dan kami pun memakan seluruh makanan yang dipesan.

***

1 bulan telah berlalu lagi…

Aku bergegas pulang saat bel di kampus berbunyi. Akhir-akhir ini aku sedikit sibuk dengan urusan tugas akhir semester. Taeya pun mulai sibuk dengan toko roti nya yang makin berkembang itu. Berbagai macam tugas membuatku sedikit melupakan dream-guy ku itu. Toh aku masih mempercayai bahwa jodoh tidak akan kemana-mana. Saat ini aku sedang berjalan ke arah mobil ku yang terparkir di parkiran kampus. Aku menstarter mobilku tapi yang ada mobilku tidak mau jalan. Saat aku melihat ke depan ternyata ban mobilku kempes. Ah, saat yang tidak tepat.

Aku bergegas menelfon Taeya supaya menjemputku lagipula hari sudah mulai sore. “Taeeee!! Aku terjebak di kampus mobilku mati tidak mau jalan…. Tolong jemput aku?”  Aku memohon.

“Aku sedang sibuk! Dari tadi pagi banyak pelanggan disini…….” Jawab Taeya. Terdengar sedikit penyesalan disana. “Ha! Haaa! Tapi coba tunggu disana mungkin temanku bisa menjemputmu….” Nada suara Taeya menjadi heboh.

“Ah aku tidak enak kepada temanmu itu”

“Tidak! Pasti dia senang sekali bertemu denganmu”

“Benarkah tidak apa-apa?”

“Ne, sudah~ semakin lama aku menelfon semakin lama kau berada di kampus horror mu itu….”

“Ya!! Taeya!!!!” Terdengar suara tertawa setan disana.

Masih belum bisa mengontrol tawanya lalu dia melanjutkan bicaranya. “Dia memakai mobil sedan putih arra?”

***

Aku menunggu sedan putih yang lewat didepanku tapi sudah setengah jam lebih aku menunggu tapi tidak ada sedan apapun yang lewat. Dari merah kuning hijau juga tak ada! -.- kalau tahu begini aku akan naik bis atau angkutan umum lainnya.

Aku mencoba menghubungi Taeya sekali lagi. Tapi dia tidak mengangkatnya malah me-rejectnya. Mungkin sekarang dia sedang banyak pelanggan. Aku duduk bersila di atas kap mobil saking pegalnya. Saat tiba-tiba mobil sedan putih itu berhenti pas didepan mobilku.

Siwon’s POV

Aku sudah mengunjungi apartemen nya berkali-kali tapi setiap aku sudah disana pasti dia sedang keluar. Aku masih mengumpat diriku sendiri karena menyesal tidak melakukan apa-apa saat pertemuan terakhirku. Aku rindu pada wajah nya yang gampang memerah itu.

“Hyung…..kamu tampak tidak bersemangat akhir-akhir ini?” Tanya Teuk-hyung.

“Gwenchana hyung.” Kataku lesu sambil mendudukan diriku di sofa ruang tengah.

“Kalau karena yeoja yang bernama Hyunra itu aku tau bagaimana kau bisa mendekatinya.”

“Nae?” Sang leader itu menggangguk semangat dan memberikan ku sebuah kartu nama. Alamat sebuah toko roti yang kudapat………. “Maksudmu aku harus membelikan mu roti hyung?” Tanya ku dan menaruh kartu nama itu ke atas meja.

“Ya! Ini membawa mu kepada cinta sejatimu itu!” Kata hyung bergejolak.

“Benarkah?” Leeteuk hyung mengangguk-angguk lagi.

“Cepatlah kesana!”

Tanpa berfikir panjang aku langsung berlari keluar dan segera menghidupkan mobilku. Kalau sekali ini aku benar-benar bisa melihatnya lagi dengan jangkauanku aku benar-benar takkan melepasnya. Ku lajukan mobilku sekencang mungkin. Aku sudah tidak sabar.

Saat lampu merah aku melihat kartu nama itu lagi untuk memastikan jalan yang kupilih tidak salah. Tapi kenapa harus toko roti? Apakah Hyunra kerja disana? Apakah dia menjadi koki? Apa saat aku melihatnya dia sedang membuat sepotong roti…. Wanita idaman…..

Setelah memakan 15 menit perjalanan aku sampai di depan toko itu. Aku memastikan alat penyamaranku terlihat sempurna. Jantungku berdebar saat memasuki toko itu. Aku berjalan ke arah kasir yang terlihat sedang sepi. Wanita itu mendongak saat tersadar aku berjalan mendekatinya. Bukankah itu teman Hyunra eh?

“Annyeong…” Sapaku kepada nya.

“Siwon oppa? Benarkan? Taeya Imnida….” Kenapa dia bisa mengetahui ku? Bukankah penyamaranku sudah sangat sempurna. Tiba-tiba dia tertawa renyah. “Tak usah heran begitu. Leeteuk oppa sudah memberi tahuku kau akan kesini…” Jadi dia sudah kenal dengan hyung he?

Aku tersenyum simpul kepadanya. Dia melanjutkan kata-katanya. “Hari ini kau pasti akan bertemu dengannya tenang saja.” Dia terkekeh pelan, “kau tahu apa yang tadi aku lakukan terhadapnya?”  Taeya memberitahuku sesuatu….

-flashback (Taeya’s POV)-

“Apa kau sudah melaksanakan yang kusuruh Taeya?” Tanya Leeteuk oppa kepadaku.

“Nae oppa!” Kataku bersemangat tidak sabar dengan apa yang akan terjadi nanti. Leeteuk mengacak rambutku pelan. “Sudah kupastikan semua akan berjalan dengan lancar!” Kataku bersemangat.

“Ya kita liat saja nanti………………………………………………..” Jawab leeteuk oppa sambil melirik ke arah mobil Hyunra yang tidak jauh diparkirkan dari tempat mobilnya sekarang. Tepatnya melirik ke arah ban yang telah dibocorkan oleh ku, kkkkk. Mianhe Hyun^o^

-flashback end-

Siwon’s POV

Mwo?? Jadi sekarang mobil Hyunra tidak bisa diapa-apakan? Bagaimana bisa dia pulang. “Teman macam apa kau Taeya! Nanti dia naik apa…?” Tiba-tiba tawa Taeya meledak.

“Kau ganteng-ganteng pabo ya oppa. Tentu saja kau yang menjemputnya nanti.” Ah benar…MWO?? Menjemputnya.. aku tak bisa menyembunyikan rasa senangku ini. Wahhh gomawo Taeya dan tentu saja untuk hyung ku itu! “Sudah jangan senyum-senyum tunggu 10 menit lagi Taeya akan pulang dan menelfonku”

10 menit berlalu. 

Bwara mr. Simple simple  geudaeneun geudaeneun geudaero meotjyeo, sepertinya itu suara ponsel Taeya. Aku lupa dia seorang ELF. Dia tampak sedikit malu.

Dia menjauhkan diri dariku dan berbicara dengan Hyunra lumayan lama. Lalu Taeya menghampiriku lagi. “Sekarang oppa!” dia menyebutkan dimana kampus Hyunra sekarang aku langsung berlari cepat ke arah mobilku. Aku memasang tampang sumringah sepanjang perjalanan. Ya! Kenapa disini begitu ramai jalanan menjadi macet seperti ini. Aduh bisa-bisa aku terlambat menjemputnya. Semoga Hyunra belum menjadi lumutan ketika aku sampai.

Setelah 30 menit akhirnya aku keluar dari kemacetan itu dan melajukan mobilku lagi dengan cepat. Sampai akhirnya aku sampai di kampus itu. Aku langsung mengarahkan mobilku ketempat parkir.

Senyum mengembang tergambar di bibirku. Yeoja itu duduk diatas kap mobil sambil memanyunkan bibirnya. Sepertinya sudah terlalu lama dia menunggu. Aku berhenti tepat di depan mobilnya. Lalu tampak dia akhirnya menyunggingkan senyumannya itu… Ya Tuhan…….. Dunia serasa terhenti… Cepat-cepat ku turunkan kaca mobilku. Aku yang masih lengkap dengan alat penyamaranku itu… Terbesit ide nakal untuk mengerjai Hyunra. Hyunra turun dari kap mobilnya itu dan membuka pintu mobilku cepat dan duduk disebelahku.

“Mianhe telah menunggu ku lama” aku menyamarkan suaraku sedemekian rupa.

“Nae gwenchana. Malah ku kira kau tidak benar-benar datang” katanya sambil tersenyum ke arahku. Sungguh beruntung ternyata dia belum mengenaliku. Terbantu dengan cahaya yang sangat minim karna hari sudah gelap. “Kau sudah tau apartemen ku kan?” aku hanya mengangguk pelan. “Kalau begitu aku tidak harus memberitahu. Mmmm ngomong-ngomong kenapa kau harus memakai kacamata hitam, topi, dan masker? Seperti seorang artis saja.” Katanya sambil tertawa. Seharusnya aku membelokkan mobilku ke kanan tapi aku mempunyai ide dan berjalan lurus saja.

“Ini bukan jalan rumahku!!” Katanya sedikit kaget. “Aku tak mau diculikkk! Kau akan menyesal jika menculikku….” Ucapnya sambil mengambil ancang-ancang untuk meninju ku. Ternyata sikap sok tau nya masih ada saja. Aku hanya diam saja namun dia tetap memaksaku untuk berhenti dan 5 menit kemudian kami sampai di gedung pertama kali kita bertemu. Aku memberhentikan mobilku di parkiran gedung itu. Cukup sepi.

Yeoja disampingku langsung terdiam saat tersadar dimana dia berada. Aku membuka pintuku dan langsung mengarah ke pintu penumpang dan aku menarik paksanya keluar. Aku menariknya terus tanpa menolah ke arah nya yang masih mencoba untuk memberontak. Sudah ku bilang aku takkan melepaskanmu lagi.

Kubawanya ke tempat kita bertemu pertama kali. “Diamlah sebentar, Hyunra.” Kataku lembut saat kami sampai ditempat itu.  Aku membuka alat penyamaran ku perlahan-lahan. Sampai matanya terbelalak saat melihatku.

***

Hyunra’s POV

SIWON OPPA?? Benarkah dia?!?! Aku masih terperangah saat menyadari bahwa yang sedari tadi ada bersama ku ini Siwon oppa…. Dream-guy ku itu… Dia melemparkan seulas senyum ke arah ku. Tiba-tiba dia memelukku erat sekali. Aku tidak bisa memberontak lagi. Aku terlalu senang saat ini. Namun beeberapa detik kemudian aku melepaskan secara kasar, “kenapa oppa memelukku?” Tanya ku.

“Kurang jelas kah?” Katanya sambil mengacak-acak rambutku. “Saranghae Min Hyunra.” dia mengucapkan kata sakti itu… YA!! Dia mengucapkannya. Pipiku memanas. “Kau tak boleh lagi pergi dariku!” Katanya sedikit mengancam.

“Ta…ta…tapi bagaimana bisa?” Tanya ku lagi.

“Love at first sight? Apa kau percaya itu?” Siwon tersenyum lagi. Aku mengangguk pelan. Tentu saja aku peracaya itu…

“N…na….nado saranghae o…oppa…” Kataku menunduk malu. Tiba-tiba saja Siwon meletakkan tangannya di pipi ku lalu mendekatkan wajahnya yang tampan itu di depan wajahku. Sampai akhirnya namja di depan ku mencium bibirku lembut. Tanpa nafsu tapi cinta yang kami rasakan saat itu.

Saat melepasnya. Siwon oppa bersimpuh didepanku. “Apa kau menjadi pendampingku sehidup sematiku, Hyunra?” Tanya nya sambil mengeluarkan sesuatu dari kantungnya. Gelang.

“Nae oppa…”Dia memakaikan gelang  itu ditanganku. Setelah dia memakaikan nya Aku reflek memeluknya yang masih bersimpuh.

“Gomawo, yeojachingu ku” Siwon mengulang ucapan terimakasih berkali-kali. Namja ini. Walaupun dia tidak tau bahwa ulang tahun ku dan dia sama. Tapi setidaknya kami sama-sama tau bahwa cinta yang tumbuh ini adalah kado paling berarti untuk kami saat itu.

FIN

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~*~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Akhirnya~ Maaf ya kalau ceritanya pasaran… Cerita ini ku bikin karena author ulang tahun nya sama kayak Siwon oppa~ kkkk.
Enjoy reading! XD

Advertisements

4 thoughts on “February Love (twoshoot) part 2

    • adhyra10 says:

      oh iya!!
      ceritanya……leeteuk nyari tau gt knp siwon murung~ akhirnya dia nyari cara gimana biar bikin siwon gak sedih lagi… wekeke mian auu, baru pertama kali bikin jd gak merhatiin deh hehe^^

      makasih sudah membaca XD

  1. dubudays says:

    Omg dhyraaaa!!!
    Kicep gue pas siwon bersimpuh, terus bilang jadi pasangan sehidup sematii!!
    Wuih, kalo ini kenyataan… Asik bangetbangetbangetbangetttt!
    Daebaaak! 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s